Soekarno Dalam Jejak Masjid Katedral Moskow

0
135

Kunjungan Presiden Soekarno ke Masjid Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet yang dikenal dengan nama Masjid Katedral Moskow (Moscow Cathedral Mosque) pada 1959 dianggap sebagai sejarah yang pantas diabadikan oleh pengurus masjid. Hal ini terlihat saat peresmian yang dihadiri oleh Presiden Vladimir Putin pada 24 September 2015 lalu. Saat itu, pada peresmian, pengurus masjid menayangkan film dokumenter sejarah masjid yang diantaranya menghadirkan kunjungan Presiden Soekarno ke masjid itu pada 1959. Penayangan video ini membuktikan bahwa Bung Karno sangat spesial bagi masjid tersebut. Memang Bung Karno sendiri saat itu dikenal sebagai pemimpin yang dihormati pemimpin negara yang kala itu bernama Uni Soviet.

“Saya sangat terharu dan bangga karena tadi selama sekitar 15 (menit) sempat diputar film kunjungan Presiden Sukarno ke masjid ini. Semua hadirin termasuk Presiden Putin juga menyaksikan tayangan tersebut,” kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, dalam keterangan resmi yang dirilis Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Kamis, 24 September 2015.

Djauhari mengungkapkan, semua hadirin termasuk Putin, terpaku menyaksikan tayangan itu.

“Ini membuktikan bahwa jejak-jejak Presiden Sukarno ternyata masih ada dan dihargai di sini”.

Masjid Agung Moskow didirikan pada tahun 1904, direstorasi sejak 2005 dan menjadi masjid terbesar di Eropa. Masjid yang diresmikan Putin itu mampu menampung 10 ribu jemaah dan didirikan tepat menjelang umat muslim merayakan Idul Adha.

“Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Moskow dan setelah direkonstruksi menjadi salah satu yang terbesar di Eropa dengan penampilan yang sangat modern dan menjadi kebanggaan bangsa Rusia yang multi etnis dan multi religi,” ungkap Putin saat pidato peresmian.

Dalam peresmian itu, hadir antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Menurut Putin, Islam sangat berperan dalam sejarah negara beruang merah itu. Karenanya, Masjid Agung Moskow diharapkan Putin dapat menyebarkan ide-ide humaniter.

“Islam sesuai hukum Rusia merupakan salah satu agama tradisional di Rusia,” ujar Putin.

“Setulusnya saya ucapkan selamat atas pembukaan Masjid Agung Moskow. Ini merupakan peristiwa penting bagi umat Muslim Rusia,” ungkap Putin.

Artikel di Reuters pada hari peresmian mengupas mengenai bangunan masjid tersebut yang berdiri dengan kubah setinggi 46 meter dan menara setinggi 72 meter. Pada bagian tengah Masjid Agung Moskow, terdapat kubah berlapis emas yang dihiasi dengan bingkai ukiran mencuplik ayat-ayat Al-Quran. Dari segi fasilitas, masjid dilengkapi tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat. Disebutkan juga bahwa biaya renovasi untuk Masjid Agung Moskow tersebutsekitar US$ 170 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun.

Dari dana sebesar itu, sebagian besar dibiayai anggota Dewan Federasi Rusia dari Republik Dagestan, Suleyman Kerimov, yang menyumbang lebih dari US$ 100 juta atau sekira Rp 1,43 triliun. Kemudian. Turki memberikan bantuan berupa mimbar dan mihrab. Sementara Palestina, terutama dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan sumbangan US$ 25 ribu atas nama anak-anak Palestina, dan juga sumbangan dari umat dari berbagai agama.

_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

SHARE
Previous articleBung Karno Luluh, HMI Utuh
Next articleH.O.S Tjokroaminoto, Guru, Bapak Kos, Sekaligus Mertua
Rahmat Sahid | #wongkebumen
Rahmat Sahid lahir di Kebumen. Selepas lulus SD tahun 1994, ia melanjutkan sekolah di MTs KHR Ilyas, sekaligus ngaji di Ponpes Maqomul Muttaqin Tambakrejo, Buluspesantren, Kebumen, yang diasuh almarhum KH Raden Mabarun. Tahun 1997, tamat dari MTs, anak kedua dari Bapak M. Nasiruddin dan Ibu Tumirah ini meneruskan ke MA Salafiyah, Wonoyoso, Kebumen, hingga tahun 2000. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here