Panjangnya Relasi Hubungan Bung Karno dan NU

0
79

Nahdatul Ulama (NU) adalah guru bagi Bung Karno, baik dalam hal keagamaan maupun dalam hal kenegaraan. Kepada para kyai-kyai NU lah Bung Karno sering minta pertimbangan. Bukan hanya untuk mendapatkan pertimbangan tentang agama, namun juga tentang bangsa dan politik.

Di masa perjuangan kemerdekaan, Bung Karno bahu membahu dengan tokoh NU untuk mengusir penjajah dan juga merumuskan dasar-dasar negera. Bahkan untuk hal menentukan hari yang tepat untuk memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia Bung Karno mengutus utusan untuk meminta saran Kiai NU yakni KH Hasyim Asyari. Pada masa mempertahankan kemerdekaan pun Bung Karno banyak dibanntu oleh para ulama NU, hal ini misalnya sangat terlihat pada 10 November 1945, dimana fatwa ulama NU yakni Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober telah mengobarkan jihad membuat rakyat rela mati syahid untuk ibu pertiwi.

Di masa pemerintahannya pun NU banyak sejalan dengan garis politik Bung Karno. Misalnya saat Bung Karno mengusung Nasakom, ada NU yang menjadi perwakilan agama disamping PNI nasionalis, dan PKI, perwakilan komunis.

Tak heran, panjangnya relasi hubungan Bung Karno dan NU ini membuatnya sangat mencintai organisasi yang didirikan oleh KH Wasyim Asy’ari tersebut. Kecintaan Bung Karno secara verbal disampaikan saat menghadiri muktamar NU ke 23, 28 Desember 1962.

“Saya sangat cinta sekali kepada NU. Saya sangat gelisah jika ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak cinta kepada NU. Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke muktamar ini, agar orang tidak meragukan kecintaan saya kepada NU!”

Dalam kesempatan itu juga, Bung Karno menyampaikan tentang peran NU yang cukup besar bagi bangsa ini.

“Baik ditinjau dari sudut agama, nasionalisme, maupun sosialisme. NU memberi bantuan yang sebesar-besarnya. Malahan, ya memang benar, ini lho pak Wahab ini bilang sama saya waktu di DPA dibicarakan berunding apa tidak dengan Belanda mengenai Irian Barat, beliau mengatakan: jangan politik keling. Atas advis anggota DPA yang bernama Kiai Wahab Hasbullah itu, maka kita menjalankan Trikora dan berhasil saudara-saudara,” ujar Bung Karno saat itu.

_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here