Megawati-Mahathir Bahas Politik Kawasan Sampai Strategi untuk Kemenangan Jokowi

0
108
megawati jokowi

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hari ini bertemu empat mata di Jakarta, Jumat (29/6). Mengawali pertemuan selama 30 menit itu, Megawati mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Mahathir sebagai pemimpin Negeri Jiran.

“Kemudian secara bersenda gurau Ibu Megawati juga menanyakan bagaimana strategi Bapak Mahatair Mohamad sehingga bisa terpilih kembali dan karena kami sebentar lagi kami ada pileg dan pilpres dan ‘saya juga punya tanggung jawab memenangkan Pak Jokowi’,” ungkap Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meniru ucapan Megawati.

Hal itu disampaikan Hasto dalam jumpa pers bersama Wasekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan, Arif Wibowo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta.

Hasto menjelaskan, pertemuan Megawati-Mahathir juga membicarakan beberapa hal strategis, seperti kerjasama di bidang partai politik dan juga terkait dinamika politik kawasan.

“Pengalaman cukup panjang antara Ibu Mega dan Bapak Mahathir membuat pertemuan terasa sangat akrab. Dibahas juga upaya agar pemerintah Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand membahas hal strategis,” ujarnya.

Pertemuan Megawati-Mahathir ini, kata Hasto, mengingatkan kembali pertemuan kedua tokoh tersebut saat sama-sama masih menjabat kepala pemerintahan.

“Pertemuan tersebut sangat hangat dan akrab,” ujar Hasto.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga tidak lupa memberikan oleh-oleh Salak Bali kesukaan Mahathir.

“Persahabatan keduanya sangat dekat. Ketika Ibu Megawati menjadi presiden, beliau sering mengirimkan salak kepada Yang Mulia Perdana Menteri,” ujar Hasto.

SHARE
Previous articleKisah Bung Karno Di Masjid Biru Sankt Peterburg Rusia
Next articleRenovasi Kabah dan Jalur Sa’i
Rahmat Sahid | #wongkebumen
Rahmat Sahid lahir di Kebumen. Selepas lulus SD tahun 1994, ia melanjutkan sekolah di MTs KHR Ilyas, sekaligus ngaji di Ponpes Maqomul Muttaqin Tambakrejo, Buluspesantren, Kebumen, yang diasuh almarhum KH Raden Mabarun. Tahun 1997, tamat dari MTs, anak kedua dari Bapak M. Nasiruddin dan Ibu Tumirah ini meneruskan ke MA Salafiyah, Wonoyoso, Kebumen, hingga tahun 2000. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here