HANI Bangun Kesadaran Penyalahgunaan Narkotika

0
102

Seperti tahun sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) akan mengadakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh setiap 26 Juni. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 12 Juli 2018 di Lido Kab. Sukabumi.

Peringatan HANI 2018 merupakan salah satu bagian dari komitmen BNN dalam upaya mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika(P4GN) serta mensosialisasikan program-program BNN, baik yang sudah maupun yang akan dilakukan.

HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial-ekonomi, serta keamanan dan kedamaian dunia. Penyalahgunaan narkotika secara nyata juga dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian dan pembunuhan. Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba. Indonesia saat ini tidak hanya sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar narkotika yang besar di Asia. Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan narkotika yang mencapai bertonton.

Dua tema besar yang diangkat HANI 2018 BNN RI pertama, “Listen First – listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe” kedua, “Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika”.

Tema pertama menekankan peran orang tua dalam melindungi anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta membantu mereka untuk tumbuh sehat bebas dari narkotika. Tri Tjahyono Kasubdit Media Elektronik BNN dalam sebuah kesempatan mengatakan “Perang terhadap penyalahgunaan narkotika tidak hanya fokus pada pemberantasan seperti yang selama ini dilakukan, tetapi juga harus beriringan dengan kegiatan pencegahan. Salah satu pencegahan yang selama ini getol disosialisakn oleh BNN adalah menyasar kepada kelompok keluarga khususnya orang tua. Keluarga harus mampu menjadi benteng utama melindungi anggota keluarga khususnya anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Ingat, bahwa kelompok anak-anak dan remaja sekarang ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Padahal mereka ini adalah calon-calon generasi penerus bangsa”.

Merujuk pada hasil riset BNN kerjasama dengan Puslitkes Universitas Indonesia (UI) pada 2017 angka prevalensi mencapai 1,77% atau diperkirakan berada pada rentang 3.000.000 – 3.700.000 orang dari total populasi (usia 10-59 tahun). Angka ini menunjukkan masih cukup rentan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Sedangkan tema kedua menekankan peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. BNN tidak mungkin berhasil dalam upaya P4GN tanpa kerjasama seluruh elemen masyarakat. Hal senada di sampaikan Bapak Winarko selaku kepala BNN “Dengan memontum Hari Anti Narkotika Internasional, Saya berharap seluruh elemen bangsa menyatukan kekuatan bergerak melawan penyalahgunaan narkotika demi mewujudkan masyarakat Indonesia sehat tanpa narkotika”

Tahun ini peringatan HANI akan melibatkan berbagai intansi, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun komitmen bersama perang malawan narkotika. Tidak hanya BNN, kepolisian, kejaksaan, tapi seluruh elemen masyarakat. Harapannya, Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkotika. BNN juga berharap momentum HANI dapat memperkuat aksi dan kerjasama di semua tingkatan untuk membangun kesadaran nasional hidup sehat sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

SHARE
Previous articleJelang 8 Besar, Siapa Layak Lolos ke Semifinal Piala Dunia?
Next articleBung Karno Pengayom Agung Muhammadiyah
Rahmat Sahid | #wongkebumen
Rahmat Sahid lahir di Kebumen. Selepas lulus SD tahun 1994, ia melanjutkan sekolah di MTs KHR Ilyas, sekaligus ngaji di Ponpes Maqomul Muttaqin Tambakrejo, Buluspesantren, Kebumen, yang diasuh almarhum KH Raden Mabarun. Tahun 1997, tamat dari MTs, anak kedua dari Bapak M. Nasiruddin dan Ibu Tumirah ini meneruskan ke MA Salafiyah, Wonoyoso, Kebumen, hingga tahun 2000. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here