Cikal Surat Dari Ende: Korespondensi Bung Karno & Ahmad Hassan

0
195

Di antara tokoh yang memberi pengaruh pada pemahaman keislaman Bung Karno adalah Ahmad Hassan pendiri Pesantren Persis Bangil. Ia adalah teman debat Bung Karno. Hal ini diperlihatkan saat keduanya saling berbalas surat kala Bung Karno diasingkan di Ende Nusa Tenggara Timur, Sementara Hassan waktu itu tinggal di Bandung.

Berbagai tema mereka diskusikan, mulai tentang akal, ijtihad, taqlid, hadis, Al-Qur’an dan lainnya. Mereka tidak secara terbuka berdikusi. Dan hasil diskusi mereka diabadikan dalam Surat-surat dari Ende yang tertera di Buku “Di Bawah Bendera Revolusi”

Seperti ditulis Bung Karno dalam suratnya kepada Hasan Bandung (A Hasan) pada tanggal 17 Oktober 1936, yang menggambarkan bagaimana perkembangan keislaman Bung Karno pada periode pembuangan itu.

“Dan sekarang pun, Tuan Hasan, sekarang pun saya Alhamdulillah berkat pertolongan Allah dan pertolongan Tuan sudah lebih bulat dan lebih yakin keislaman saya. Malahan lebih luka dan gegetun kalau saya melihat keadaan di kalangan umat Islam yang seakan-akan menentang Allah dan Rasul” tulis Bung Karno dalam suratnya kepada A Hasan.

Melalui surat, keduanya berdiskusi tentang banyak tema, mulai dari al-Qur’an dan Hadis. Misalnya mereka berdiskusi tentang posisi hadis lemah (dhoif) yang masih sering menjadi hujjah atau sandaran dalam hukum Islam.

Pemikiran kedua tokoh ini sebenarnya terlihat bertolak belakang, namun keduanya tetap saling menghargai pemikiran-masing-masing. Mereka berdebat dengan cara yang terhormat dan ilmiah bersandar pada dalil-dalil yang mereka pegang.

Hassan tidak segan-segan untuk mengirim buku kepada Bung Karno saat masih diasingkan di Ende. Mereka pun berdiskusi tentang buku-buku itu. Sebuah diskusi yang saling menghargai.

Dalam buku Bung Karno dan Kehidupan Berpikir Dalam Islam (Solichin Salam: 1964) disebutkan, masa pembuangan atau pengasingan Bung karno di Ende merupakan salah satu tonggak dalam perjalanan hidup dan sejarah Soekarno sebagai pejuang kemerdekaan dan pemimpin bangsa. Di Ende, Bung Karno menjalani hukuman pengasingan sebagai tahanan politik pemerintah kolonial Hindia Belanda dari tahun 1934 sampai 1938. Sejak berada dalam pembuangan inilah, tulis Solichin, semakin kuat hasrat dan keinginan Bung Karno untuk mempelajari agama Islam dengan jalan membaca buku-buku tentang Islam. Banyak buku dan kitab Islam yang dibaca Bung Karno, baik yang ditulis oleh orientalist Barat maupun sarjana-sarjana Islam sendiri dalam berbagai bahasa. Selain rajin membaca buku, Bung Karno juga rajin berkorespondensi dengan A. Hassan. Surat menyurat Bung Karno dan A. Hasan ini berlangsung sejak 1 Desember 1934 hingga 17 Oktober 1936.

Di dalam surat-surat Soekarno tertuang seluruh isi hati dan jiwa Bung Karno tentang agama Islam dan umat Islam di Indonesia yang pada waktu itu diliputi kebekuan dan kekolotan. Surat-surat tersebut; pertama tertanggal 1 Desember 1934, kedua 25 Januari 1935, ketiga 26 Maret 1935, keempat 17 Juli 1935, kelima 15 September 1935, keenam 25 Oktober 1935, ketujuh 14 Desember 1935, kedelapan 22 Pebruari 1936, kesembilan 22 April 1936, kesepuluh 12 Juni 1936, kesebelas 18 Agustus 1936, dan kedua belas tertanggal 17 Oktober 1936. Surat-surat ini dihimpun dan diterbitkan oleh A. Hassan dengan judul “Surat-Surat Islam Dari Endeh” (Persatuan Islam – Bandung: 1936).

_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

SHARE
Previous articleBung Karno, Bandung & Persis
Next articleBung Karno & Masjid Salman ITB
Rahmat Sahid | #wongkebumen
Rahmat Sahid lahir di Kebumen. Selepas lulus SD tahun 1994, ia melanjutkan sekolah di MTs KHR Ilyas, sekaligus ngaji di Ponpes Maqomul Muttaqin Tambakrejo, Buluspesantren, Kebumen, yang diasuh almarhum KH Raden Mabarun. Tahun 1997, tamat dari MTs, anak kedua dari Bapak M. Nasiruddin dan Ibu Tumirah ini meneruskan ke MA Salafiyah, Wonoyoso, Kebumen, hingga tahun 2000. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here