Legitimasi Al Khairaat Kepada Bung Karno & NKRI

0
116

Alkhairaat, salah satu organisasi Islam besar selain Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang turut berperaan dalam masa perjuangan hingga kemerdekaan. Bahkan, Alkhairaat yang didirikan pada tanggal 30 Juni 1930 oleh Idrus bin Salim Aljufrie yang akrab disapa dengan panggilan Guru Tua itu turut melegitimasi kepemimpinan Presiden Soekarno ketika beberapa gerakan pemberontakan yang ingin mendirikan Negara Islam.

Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Salim Aljufri, sebagaimana dikutip Antarasulteng dalam artikel: Habib Saggaf : Alkhairaat Pertahankan NKRI yang dipubikasikan tanggal 8 Juli 2017 menyebutkan, Alkhairaat berperan mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

“Sejak zaman Presiden Soekarno pemerintah di Jakarta menjadi kiblat Alkhairaat di masa Habib Idrus Bin Salim Aljufri,” kata Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Bin Salim Aljufri, saat menyampaikan pidato Haul Habib Idrus Bin Salim Aljufri ke-49 tahun di halaman Masjid Alkhairaat Jalan Sis Aljufri Kota Palu, Sabtu (8/7/2017).

Saggaf mengemukakan, Alkhairaat dimasa Habib Idrus Bin Salim Aljufri telah memperlihatkan pengabdian dan perjuangannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Habib Idrus, kata Habib Saggaf, turut serta berjuang bersama murid dan masyarakat di kawasan timur Indonesia utamanya Sulawesi Tengah untuk melawan kelompok pemberontak.

“Dahulu kita kenal PII, DI, Permesta pernah datang untuk menemui Habib Idrus Bin Salim Aljufri. Mereka membawa uang untuk menyogok agar Habib Idrus bersama murid-muridnya bergabung dengan mereka,” terangnya.

Soal dukungan pendiri Alkhaeraat kepada Bung Karno dan kecintaannya yang tinggi terhadap bangsa Indonesia juga bisa disimak dari syair yang diciptakan Guru Tua ketika menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berikut arti syair Guru Tua yang ditulis dalam bahasa Arab:

Sungguh hari kebangkitannya ialah hari kebanggaan | orang-orang tua dan anak-anak memuliakannya

Bendera kemuliaan berkibar di angkasa | hijau daratan dan gunung-gunungnya

Tiap tahun hari itu menjadi peringatan | muncul rasa syukur dan pujian-pujian padanya

Wahai Sukarno!Tlah kau jadikan hidup kami bahagia|dengan obat dirimu hilang sudah penyakit kami

Wahai Presiden yang penuh berkah bagi kami | engkau hari ini laksana kimia bagi masyarakat

Dengan perantara pena dan politikmu kau unggul | telah datang berita engkau menang dengannya

Jangan hiraukan jiwa dan anak-anak | demi tanah air alangkah indahnya tebusan itu

Pasti kau jumpai dari rakyat kepercayaan | dan kepatuhan pada apa yang diucapkan para pemimpin

Makmurkan untuk Negara pembangunan materiil dan spirituil | buktikan pada masyarakat bahwa kau mampu

Semoga Allah membantu kekuasaanmu dan mencegahmu | dari kejahatan yang direncanakan musuh-musuh

———
_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

SHARE
Previous articleBung Karno & KH Hasyim Asyari
Next articleBung Karno & Masjid PERSIS Bandung
Rahmat Sahid | #wongkebumen
Rahmat Sahid lahir di Kebumen. Selepas lulus SD tahun 1994, ia melanjutkan sekolah di MTs KHR Ilyas, sekaligus ngaji di Ponpes Maqomul Muttaqin Tambakrejo, Buluspesantren, Kebumen, yang diasuh almarhum KH Raden Mabarun. Tahun 1997, tamat dari MTs, anak kedua dari Bapak M. Nasiruddin dan Ibu Tumirah ini meneruskan ke MA Salafiyah, Wonoyoso, Kebumen, hingga tahun 2000. Di tahun yang sama, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here