Bung Karno & KH Sirajuddin Abbas Perti

0
149

Banyak kalangan menilai bahwa Bung Karno adalah tokoh nasionalis. Padahal sebenarnya ia adalah tokoh nasionalis sekaligus religius. Pergaulannya dengan tokoh Islam sebenarnya adalah hal yang biasa, karena Bung Karno sendiri adalah seorang tokoh Islam. Ia dekat dengan semua tokoh Islam dari berbagai organisasi dan golongan.

Tidak hanya dekat, Bung Karno juga terbiasa berdiskusi dengan para tokoh Islam tentang berbagai isu. Baik itu isu keumatan, maupun tentang bangsa. Karena pada dasarnya bangsa dan umat memang tak terpisahkan. Apalagi bagi umat Islam, mencintai bangsa dan negara itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari keyakinan dan ibadah mereka.

Bung Karno juga bersahabat dekat dengan banyak tokoh Islam. Mulai dari zaman pra kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, hingga dalam mengisi pembangunan.

Salah satu ulama yang sangat dekat dengan Bung Karno, baik dari sisi politik dan pemikiran adalah K.H. Sirajuddin Abbas. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan Umum dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Ia juga merupakan tokoh Partai Tarbiyah Indonesia (Perti)

Atas keteguhannya dalam politik di belakang Bung Karno, pada Konferensi Perti di tahun 1963, Kyai Sirajuddin menyebut Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), telah durhaka kepada kepala negara yang telah ditetapkan ulama-ulama Islam. Kyai Sirajuddin bersama Perti sejak awal awal kemerdekaan memang mendukung Presiden Soekarno. Bahkan Kyai Sirajuddin menjadikan Perti sebagai “benteng Islam” bagi Bung Karno.

Pada masa awal demokrasi, dimana banyak partai bermunculan, sejumlah partai Islam memilih bergabung dengan Masjumi. Namun para pemimpin Perti memutuskan menjadi partai politik sendiri. Keputusan itu diambil pada tanggal 22 November 1945, lalu dikukuhkan dalam Kongres Perti di Bukittinggi, 22-24 Desember 1945. Dalam kongres ini pula, KH Sirajuddin Abbas didapuk sebagai Ketua Umum Perti yang pertama, di usianya yang ke-40 tahun.

Dalam sejarah tercatat, masa pengabdian politik Sirajuddin Abbas tidak pernah putus mendukung garis politik Bung Karno. Hal itu terlihat dari hampir dalam setiap ceramahnya dan pidatonya ia selalu membela dan menunjukkan kekagumannya kepada sosok dan pemikiran Bung Karno. Karenanya, banyak yang menilai KH Sirajuddin Abbas sebagai loyalis tulen Bung Karno, hingga akhirnya hayatnya, dimana KH Sirajuddin Abbas wafat 5 Agustus 1980, di usianya yang ke 75 tahun.

_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here