Bung Karno dan Syekh Ahmad Surkati

0
193

Syekh Ahmad Surkati merupakan pendiri Al-Irsyad yang dikenal Bung Karno saat sedang gencar-gencarnya belajar Islam, baik melalui buku bacaan, maupun dengan berkorespondensi dengan tokoh lainnya.

Bung Karno diperkenalkan kepada Syekh Surkati oleh tokoh Persis A. Hassan saat masih di tempat pembuangan Ende Nusa Tenggara Timur. Saat itu Hassan dan Bung Karno memang gencar berkoresnpondensi yang membahas tentang keislaman. Hasan mengirimkan berbagai brosur dan buku yang ditulis Syekh Ahmad. Maka ketika bebas dari Ende, Bung Karno pun main ke rumah Syekh Surkati.

Bung Karno menyebutkan dalam bukunya “ Di Bawah Bendera Revolusi” bahwa Syech Ahmad Surkati adalah salah satu ulama yang telah turut mendorong bangsa Indonesia menuju kemerdekaan melalui pandangan-pandangan keislaman yang inspiratif. Ulama ini jugalah, kata Bung Karno, yang menjadi inspirasi pada pertemuan Konferensi Bandung tahun 1955 untuk memberikan keistimewaan khusus bagi delegasi Sudan dengan memisahkan mereka dari delegasi Mesir. Dari sinilah cikal-bakal deklarasi kemerdekaan Sudan yang diproklamirkan pada tahun 1956 untuk bebas dari protekrotat Inggris dan Mesir.

Seperti diketahui, Syech Ahmad Surkati adalah warga negara Sudan lahir di Desa Udfu, Negara Bagian Dongola pada tahun 1874. Setelah menimba ilmu di AL Azhar Kairo, Mesir, kemudian melanjutkan ke Arab Saudi, pada tahun 1911 ia diminta oleh Kerajaan Arab Saudi untuk berangkat ke Indonesia dalam rangka memenuhi undangan Jamiyatul Khaer, sebuah organisasi yang didirikan oleh komunitas Arab di Indonesia untuk menjadi tenaga pengajar di bidang-bidang keagamaan dan bahasa Arab.

Banyak muridnya yang menjadi tokoh masyarakat dan pejuang bangsa, salah satunya Bung Karno. Tokoh lain yang disebut murid Syekh Surkati adalah A. Hassan, pemuka Muhammadiyah KH. Mas Mansyur dan H. Fachruddin, dan KH. Abdul Halim pemuka Persyarikatan Ulama. Syekh ini juga menjadi guru spritual Jong Islamieten Bond (JIB), di mana para aktifisnya seperti Muhammad Natsir (mantan perdana menteri RI), Kasman Singodimedjo dan kawan kawan sering belajar padanya.

Tidak heran saat tokoh ini meninggal, Bung Karno bersama murid-muridnya yang lain ikut melayat ke rumahnya.

_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here