Jejak Bung Karno di Masjid Raya Bandung

0
103

Sejarah menjadi saksi ketika menjabat sebagai Presiden Indonesia pertama, ada sejumlah masjid yang tidak tidak bisa dilepaskan dari sosok atau peran Bung Karno. Salah satunya adalah Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung kini menjadi salah satu tujuan wisata di Paris Van Java tersebut. Sejumlah renovasi pernah dilakukan untuk masjid yang didirikan pertama kali di tahun 1810.

Salah satu renovasi dilakukan pada 1955, atau menjelang digelarnya Konferensi Asia Afrika (KAA), sebuah pertemuan antara negara Non Blok yang sangat bersejarah di dunia. Saat itu ada perubahan bentuk kubah yang limas menjadi kubah persegi empat menyerupai bawang.

Sebagaimana uang dilansir dari situs Kemenag.go.id, perubahan tersebut merupakan hasil rancangan Presiden RI pertama, Soekarno. Saat itu menara di kiri dan kanan masjid serta pawestren berikut teras depan dibongkar sehingga ruangan masjid hanyalah sebuah ruangan besar dengan halaman masjid yang sangat sempit. Keberadaan Masjid Agung Bandung yang baru waktu itu digunakan untuk shalat para tamu peserta Konferensi Asia Afrika.

Namun sayang, kubah berbentuk bawang rancangan Sukarno hanya bertahan sekitar 15 tahun. Saat tahun 1967 terjadi musibah angin kencang yang menimbulkan kerusakan, sehingga kemudian kubah bawang diganti dengan bentuk bukan bawang lagi pada tahun 1970.

Perubahan besar-besaran lagi terjadi pada 1973, saat itu berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat tahun 1973, masjid ini diperluas dan dibuat bertingkat. Terdapat ruang basement sebagai tempat wudhu, lantai dasar tempat shalat utama dan kantor DKM serta lantai atas difungsikan untuk mezanin yang berhubungan langsung dengan serambi luar. Di depan masjid dibangun menara baru dengan ornamen logam berbentuk bulat seperti bawang dan atap kubah masjid berbentuk Joglo.

Saat ini setelah adanya renovasi tersebut, Masjid Raya Bandung memiliki dua menara kembar di sisi kanan dan kiri masjid setinggi 81 meter yang selalu dibuka untuk umum setiap sabtu dan minggu. Kini luas tanah keseluruhan masjid adalah 23.448 m² dengan luas bangunan 8.575 m² dan dapat menampung sekitar 13.000 jamaah.

_Artikel ini diambil dari buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno karya Rahmat Sahid._

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here